Semua manusia itu diciptakan berpasang pasangan, dan itulah pedoman ku tentang sebuah "pernikahan" , memang saat ini aku masih menempuh studi ku di univesitas muhammadiyah yogyakarta dengan prodi pendidikan agama islam.
Aku memang masih sem 1 atau awal dan planning ku untuk menikah masih sangatlah lama kurang lebih 7 tahun lagi.
Yah memang masih lama pasti bertanya begitu lama padahal menyegarakkan pernikahan itu lebih baik agar tidak menimbulkan fitnah/ zina ? ya memang baik menyegerakkan untuk menikah tetai aku ingin menempuh / menyelesaikan study ku dahulu lalu menerapkan ilmu yang sudah aku dapat dengan menjadi guru dan membahagiakan orangtuaku dulu, sembari aku memperbaiki diriku.
Bukankah jodoh kita adalah cerminan diri kita, jadi aku ingin memperbaiki diri agar jodoh ku baik pula.
Dalam adat pernikahan jawa sehari sebelumnya akan dilakukan midodareni dengan seabrek susunan acaranya,
Dan esoknya ijab qabul akan terucap dari seseorang laki laki pilihanku dan saat ijab qabul itu aku ingin mengenakan gaun pernikahan yang syar"i dan aku pasti akan terlihat cantik saat itu yang model baju nya di kenakan oleh mak oki setiana dewi saat menikah.
Saat resepsi pernikahan aku ingin mengunkan gaun pernikahan seperti ini, ya masih dengan model gaun yan syar"i .
Dan souvenirnya aku ingin seperti ini pasti lucu ya :) hihi
Untuk kosnep nya aku ingin mengunakan konsep yang sederhana tapi elegan, dan untuk bintang tamunya aku ingin sekali hadroh An najah/ Samrotul Muna atau grup nasyid Edcoustic
Doakan ya semoga di tahun itu akan tercapai/terkabul sebuah impinan yang sakral bagiku dalam seumur hidupku.
Selasa, 27 Januari 2015
Rabu, 31 Desember 2014
Pandangan Islam Tentang Perayaan Tahun Baru Masehi
Tak terasa
waktu terus berlalu dan kita sampai di penghujung tahun. Dalam beberapa hari ke
depan, tahun 2014 akan segera berganti, dan tahun 2015 akan menjelang. Ini
tahun baru Masehi, tentu saja, karena tahun baru Hijriyah telah terjadi
beberapa pekan yang lalu.
Malam pergantian
tahun baru masehi sangat ditunggu-tunggu oleh semua kalangan. Tidak saja
dibelahan bumi lain seperti di Eropa dan Amerika, masyarakat kita juga sibuk
dan sangat menanti-nantikan malam pergantian tahun tersebut.
Berbeda halnya
dengan pergantian tahun baru hijriah, banyak masyarakat yang tidak
merayakannya, bahkan sekadar tahu saja mereka mungkin tidak.
Memang perayaan
tahun baru hijriah tidak dituntut untuk merayakannya dengan menyalakan kembang
api, meniup terompet, ataupun kumpul di pusat kota dengan tujuan yang tidak
jelas. Tetapi lebih kepada bagaimana memaknainya.
Melihat fenomena
tersebut, penulis merasa tergugah untuk sedikit mengupas sejarah dan pandangan
Islam terhadap tahun baru masehi.
Perayaan Tahun Baru
Saat ini, tahun
baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristiani.
Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang
menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.
Pada mulanya
perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru
pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi
dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1
Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal
tersebut.
Bagi
orang Kristiani yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun
baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih,
sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir
pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun
Masehi.
Pandangan Islam
Firman Allah SWT
dalam surah al-Furqan ayat 72, yang artinya:
“Dan
orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu
dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah,
mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”
Dalam ayat tersebut
terdapat kata “al-Zur” (perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah). Menurut
Ulama Tafsir, maksud al-Zur adalah perayaan-perayaan orang kafir (Ibn Kasir,
6/130). Jelas dari pada ayat ini Allah melarang kaum muslimin menghadiri
perayaan kaum muyrikin.
Hadis Sahih
al-Bukhari dan Muslim berikut ini, sabda Rasulullah SAW yang artinya:
“Sesungguhnya
bagi setiap kaum (agama) ada perayaannya dan hari ini (Idul adha) adalah
perayaan kita”. Oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan maksud hadis
tersebut bahwa dilarang melahirkan rasa gembira pada perayaan kaum musyrikin
dan meniru mereka (dalam perayaan). (Fathul Bari, 3/371).
Dalam adat
masyarakat Aceh yang identik dengan nilai-nilai Islam, dulu hanya merayakan
peringatan hari besar Islam saja seperti perayaan maulid dan tahun baru hijriah
yang malamnya dihiasi dan dihidupkan dengan dalail khairat di balee dan
meunasah.
Melihat sejarah,
pandangan Islam serta adat Islami dalam masyarakat Aceh, tidak ada celah
sedikit pun bagi umat Islam untuk ikut merayakan atau sekadar untuk mengucapkan
“happy new years”.
Pada kenyataannya,
pada malam tahun baru dihiasi dengan berbagai hiburan yang menarik dan sayang
untuk dilewatkan. Muda-mudi tumpah ruah di jalanan, berkumpul di pusat kota
menunggu pukul 00.00, yang seolah-olah dalam pandangan sebagian orang “haram”
untuk dilewatkan.
Pada saat lonceng
tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan
orang-orang menerikkan “Selamat Tahun Baru”. Di negara-negara lain, termasuk
Indonesia? Sama saja!
Shahabat Abdullah
bin ’Amr RA memperingatkan dalam Sunan Al-Baihaqi IX/234:
”Barangsiapa
yang membangun negeri orang-orang kafir, meramaikan peringatan hari raya Nairuz
(tahun baru) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia
dalam keadaan demikian. Ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.”
Bagi orang Islam,
merayakan tahun baru Masehi, tentu saja akan semakin ikut andil dalam menghapus
jejak-jejak sejarah Islam yang hebat.
Jika tidak tradisi
Islam akan tergerus tanpa ada yang peduli. Sementara beberapa waktu yang lalu,
kita semua sudah melewati tahun baru Muharram, dengan sepi tanpa gemuruh
apapun.
Cerita Baru Ada Di Tempat Ini
kemarin selasa aku bersama beberapa teman teman ku kelas pai a mengadakan silaturahmi dan refresing kerumah salah satu kawan kami pula sebutlah dia Anis , rumahnya di prambanan lalu kami sudah sepakat pada hari senin untuk esok hari berkumpul di gerbang utama kampus kami tercinta pukul 08 tetapi kami berangkat pukul setengah 9 .
aku bersama ke 15 teman ku sampai ke rumah nisa pukul 10.40 lalu kami bersilaturahmi sampai jam 11 lalu jam 11 kami ke candi barong dan di sana tempatnya sngatlah indah sejuk dan damai.
saat games tahan tawa akan di mulai ada satu kejadian perdebtan antara teman laki laki ku dan pak ketua kelasku , tapi mereka keterlaluan sekali sampai sampai emosiku naik dan tanpa aku sadari mereka hanya beradegan saja antara satu sama lain , aku nisa dan salah satu teman ku tertipu.
Di tempat inilah mejadi saksi bagaimana kebersamaan kita terangun dengan cerita yang membanggakan bersama kawan kawan ku kelas pai a yang
Thanks kelas pai a :) aku tidak kecewa telah msuk dan memilih UMY sebgai tempat belajarku dan berisikan orang orang yag hebat pula
Tidak Bisa Sama
Hari senin kemrin saat sya mengikuti mata kuliah filsafat nembahs tenang pendidikan pancasila. lalu teman saya ada yang curhat tentang kepemimpinan pemimpin PP Muhammadiyah ( Din syamsudin ) dan PP NU dia berkata " pak din syamsudin itu gagal pak menurut saya di periode ini karena tidak bnayak kader dari Muhammadiyah yang masuk sebagai jajaran meneteri sedangkan dari Nu sekarang banyak pak dan sepertnya Pak Din syamsudin tidak mengajukan atau berusaha mendaftarkan kadernya untuk menjadi menteri berebda dengan PP Nu beliau berusaha agar kadernya bisa menjadi menteri intinya beliau masih mau berusaha sedangakn Pak Din syamsudin tidak "
kalau menurut sya sih setiap pemimpin memiliki cara memimpin yang berbeda kita tidak bisa menyamakan cara memimpin Pak Din syamsudin dan PP Nu karena setiap manusia memiliki karakter yang berbeda , kita tidak menjach beliau memiliki usaha atau tidak dan kita juga tidak boleh bilang beliau gagal . karena pada periode pertama kepimimpinan beliau banyak dari kader Muhammadiyah yang menjadi menteri , Mungkin sekarang Pak Din syamsudin memberikan peluang dari kader NU untuk memiliki peluang yang banyak.
jadi menurut saya Berpositif tingking saja pada apapun :)
Minggu, 07 Desember 2014
Pacaran ( Pandangan Islam VS Diri Kita )
Dalam ajaran islam tidak ada pacaran hukum nya haram , karena pacaran lebih membawa kita ke dalam hal negatif ,dalam masyrakat pasti sudah tau pacaran itu berduaan di tempat umum maupun sepi , berpegangan tangan atau bahkan lebih bahkan ada yang sampai hamil di luar nikah juga karena memuaskan hawa nafsu nya.
Karena dalam agama islam itu bertatapan/ berpandang pandangan lawan jenis saja tidak boleh apalagi berpeganggan tangan bahkan sampai ada yang hamil karena ingin merakasakm nikmatnya berhubungan seks.
Tetapi semua itu ada pada kita bagaimana kita menjalani dan menyikapi jika kita berada dalam posisi tersebut, Saya termasuk orang yang tau bagaimana hukum pacaran dalam islam tapi saya juga menjalani nya padahal itu di larang dalam islam , kembali lagi pada komitmen yang ada pada diri kita dan semua itu sudah menjadi pilihan kita.
Setiap apapun yang kita ambil menjadi pilihan hidup kita pasti ada resiko nya dan itu kita juga harus siap menghadapi resiko nya.
Jadi semua itu tergantung diri anda masing masing
Senin, 17 November 2014
BBM Naik, Rakyat Bagaimana Sejahtera atau Sengsara?
ya mungkin saja kenaikan harga bbm tersebut dampaknya akan di rasakan oleh rakyat kecil tapi di balik naiknya harga bbm tersebut karena ketiadaan anggaran untuk membangun infrastruktur dan pelayanan kesehatan, maka dari itu bapak joko widodo dan seluruh jajaran menternya menaikkan harga bbm, untuk mensejahterakan rakyat.
Untuk rakyat kurang mampu, disiapkan perlindungan sosial, paket Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar, yang dapat segera digunakan untuk jaga daya beli rakyat," sebut Jokowi.
maka dari itu kita sebagai rakyat indonesia mengikuti apa yang di putuskan oleh bapak presiden kita ya walaupun berat sih , karena pasti harga sembako menjadi mahal dan bukan tidak mungkin hrga yang lain juga ikut naik.
kita sebgai rakyat hanya bisa mendukung semoga program pak jokowi tersebut berhasil untuk mensejahterakan rakyat.
ya kita tidak bisa membadingkan negara kita dengan negara lain karena negra kita masih berkembang, pendapatan perkapita rendah dengan pendudukya yang banyak.
"bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian " mungkin peribahasa ini yang bisa mengambarkan untuk rakyat indonesia sekarang ini
KITA HARUS BERSUSAH PAYAH DULU BARU SUKSES
Selasa, 04 November 2014
Kita Saudara Bukan Musuh
Dari awal aku berada di
sini seperti ada kesenjangan antara kita bukan di sini kita keluarga yang
seharusnya bahu membahu saling mengayomi satu sama lain tapi di sini
tidak aku rasakan seperti itu aku semakin tidak nyaman dengan keadaan ini.
Bagaimana kita bisa
bertholabul ilmi jiklau keadaan nya tidak membuat kita nyaman , ayo lah kawan
di sini kita saudara jangan ada jarak
antara kita walaupun antara laki laki dan perempuan, ya saya tau bhawa ada
batas batasan pergaulan antara laki laki dan perempuan tapi batasan di kelas
kita ini sangatlah jauh.
Tak ada keakraban antara
kita semua dari kaum akhwat maupun ikhwan , seperti kita berkoloni di sini ,
bukan kah jika kita akrab. Jujur terkadang aku
iri dengan kelas lain yang kebersamaan dan kekeluargannya sangatlah
erat.
Kita mampu seperti
mereka asal tidak ada sekat antara kita, selalu meredah diri, dan tidak
meningikan ego masing masing. Kita ini calon ustad da ustadzah dan kita pun
sudah dewasa jadi kita lebih megerti bagaimana kita harus bersikap bukan ?
Langganan:
Postingan (Atom)










.jpg)